Kamis, 04 Mei 2023

 

Kegiatan Lapangan Tahap II MOA XXXVII KOMPAS USU

Oleh : Pedriani Felisia Nainggolan (221101012)



Beberapa orang akan pergi dan akan menetap begitu juga dengan kami, ada yang berakhir dan ada yang akan lanjut ketahap berikutnya

Selama masa tahap II saya merasakan sibuk setiap hari dikarenakan selalu ada jadwal yang diberikan yaitu seperti latihan fisik dan pemberian materi. Pemberian Latihan Fisik membuat saya mulai terlatih untuk melakukan olahraga dan pemberian materi membuat saya memahami seperti, penggenalan Hutan dan Gunung, Navigasi Darat yang dimana dengan cara memakai kompas, menentukan Intersection Resection, menentukan Azimuth dan Back Azimuth, cara Survival dalam bahaya di hutan, penggunaan Pertolongan Pertama Gawat Darurat, materi Tali Temali yang dimana mengikat tali dengan berbagai macam model, cara melakukan Reppling, Management perjalanan yang dimana cara mempacking alat dan barang kedalam Carrier. Disini kami berkesempatan dan mendapatkan jadwal untuk turun ke Lapangan pada tanggal 29 April - 1 Mei 2023 dimana kegiatan lapangan kami melakukan pendakian ke Deleng Barus, sebelum ke lapangan saya dan teman teman diharuskan untuk Karantina yaitu tanggal 28 April dimana kami karantina dan tidur dengan menggunakan bivak solo di sektariat KOMPAS USU.

Sebelum Karantina kami melakukan Cheklist Alat II dan disaat ini membuat saya dan rekam tim sama merasa sedih dan kecewa karena tinggal berdua dalam tim dimana yang lainnya ada yang tidak bisa ikut ke lapangan karena masalah Internal mereka, sehingga kami jadi dibuat gabung ke tim 1 dimana saya dan teman saya senang bisa gabung dengan mereka dan tidak berdua lagi. Saat karantina saya tidak bisa tidur, saya terkadang menjadi penakut kalau sudah tidur sendiri jadinya saya tidak bisa tidur saat itu kalaupun tidur seperti tidur ayam bagun kesentak sentak.

 

Sabtu, 29 April 2023

Hingga di jam 05.00 kurang saya dan beberapa teman sudah ada yang bagun dan membagusi bivak, saat jam 05.00 kami melakukan pemanasan sebentar yang dimana ada jogging dan push up saat itu saya kaget karna ada jogging dan push up dengan memakai baju lapangan dan sepatu tetapi Puji Tuhan berjalan lancar, setelah itu kami juga melakukan management camp sampai jam 07.00 dan selesai itu kami membersihkan halaman Seketariat KOMPAS USU dan selesai itu kami sarapan pagi bersama-sama. Selesai semua itu kami melakukan upacara pelepasan yang dimana kami bernyayi lagu Indonesia Raya, dan ada pidato dari Ketua KOMPAS USU dan anggota luar biasa KOMPAS USU, selesai upacara pelepasan kami melakukan foto bersama dan para instruktur mengecek packingan kami apakah sudah bener apa tidak.

Sampailah pada jam 08.00 dimana kami akan berangkat, sebelum berangkat kami membayar kosekunsi hukuman, disitu saya agak lelah karena juga tidak tidur semalam tapi paginya Push Up. Di jam 8.16 kami berangkat dari KOMPAS USU menuju Desa Tongkoh, Dusun Basam, Kabupaten Karo dimana membutuhkan waktu 2 jam lebih yaitu kami sampai di Desa Tongkoh di jam 10.30, sesampai di Desa Tongkoh saat turun dari Bus saya menjumpai Bunga bewarna Ungu, ada Penanda Desa Tongkoh ada Tower, ada Tahura (Taman Hutan Raya), perkebunan strawberry serta persimpangan tiga ke arah Brestagi, saat itu juga kami melakukan Orientasi Peta kurang lebih membutuhkan waktu 30 menit dan dimana mendapatkan titik lokasi dari kami berdiri ke Deleng Barus berkoordinat 3˚12'20"N dan 98˚32'20"E dan memiliki sudut 90˚ dari tempat kami berdiri. Setelah itu kami melakukan perjalanan dari Tongkoh ke Desa Basam dimana saya dan teman-teman melewati kondisi jalan yang becek dan penuh bebatuan dan selama perjalanan saya melihat perkebunan warga dan hamparan tanah yang luas serta pepohonan Pinus. Akhirnya kami sampai di sebuah Rumah yang dimana rumah Bapak Sinuhaji yang akan sebagai tempat kami untuk 1 hari bermalam.

Sebelum melakukan Sosiologi Pedesaan kami melaksanakan makan siang terlebih dahulu di jam 11.40 setelah selesai makan kami melakukan Sosiologi Pedesaan kami membagi tim menjadi 3 kelompok agar cepat mendapatkan 3 narasumber, pada jam 12.15 kami menemukan Narasumber di tempat perkebunan ibu tersebut, kamipun meminta beberapa menit untuk melakukan wawancara kepada Ibu tersebut, saat melakukan wawancara membutuhkan waktu wawancara sekitar 20 menit yang dimana sampai jam 12.35 dimana isi pertanyaanya seputar sejarah Desa Tongkoh, jumlah penduduk Desa, agama yang dianut, akses transportasi yang dipakai, mata pencaharian, suku warga Desa, isu lingkungan yang ada di Desa, cuaca  beberapa hari terakhir yang terjadi di desa dll. Disin saya menjadi paham dan tau terkait tentang Desa Tongkoh dan Deleng Barus tersebut yang dimana dikatakan Narasumber bahwasanya Desa Tongkoh dahulu adalah tempat persinggahan atau tempat berteduh orang orang yang melakukan perjalanan dari Medan ke Desa tersebut dan sebaliknya dan mereka menggunakan Kayu untuk menancapkan kayu ke Tanah dan disebutlah Desa Tongkoh, dan juga info Deleng Barus bahwasanya Gunung tersebut sering dikunjungui oleh mahasiswa/i, serta isu-isu lingkungan di Desa tersebut seperti penebangan pohon tanpa sepengetahuaan, pembuangan sampah yang sembarangan, populasi penduduk yang awalnya berkisar 10 penduduk seiring berjalannya waktu Desa tersebut sekarang kurang lebih 300 penduduk, suku warga asli desa yaitu Karo berjalannya waktu bertambah menjadi ada Batak, Nias dan Mandailing juga dikatakan Narasumber penduduk asli beragama Muslim lalu datanglah pendatang menjadi penduduk beragama Kristen serta fasilitas yang diberikan pemerintah untuk masyarakat sekitar Desa adalah seperti 2 puskesmas, 4 gereja 1 mesjid, sekolah dasar, bantuan berupa uang dan bantuan berupa membuat batu kecil-kecil di jalan agar warga yang ingin bertani tidak melewati beceknya jalan.  Saat selesai melakukan wawancara terjadi hujan dan kabut. 

Jam 15.20 melakukan Navdar melakukan Resection Intersection disini kami mencoba menggambil objek tower dan tajuk pepohonan Gunung Barus awalnya kami salah melakukan Resection tetapi kami terus mencoba berulang ulang hingga 4 kali dan akhirnya kami bisa dan tau dimana tempat kami  sekarang berada pada saat itu dan selesai navdar itu di jam 16.15. Selanjutnya kami melihat Pintu Rimba yang akan kami masuki untuk pendakian besok kami diajarkan tentang hutan Primer dan Hutan Sekunder yang dimana Hutan Primer yaitu pepohonannya masih tertutup rapat serta hutan yang belum menunjukan bekas tambangan dan Sekunder pepohonanya tidak tertutup rapat serta telah menunjukan bekas tambangaan, setelah melakukan observasi ke pintu Rimba jam 17.14 kami melakukan Manajemen Camp sampai jam 19.00 selesai itu Evaluasi di jam 19.10 yang dimana kami mepresentasikan hasil dari sosilogi pedesaan yang kami lakukan, di beberapa tim ada banyak    versi cerita tentang sejarah Desa Tongkoh yang dimana Bahasa Indonesia Tongkoh yaitu kayu, dan di jam 22.15 kami Istirahat.

 

Minggu 30 April 2023

Dihari kedua, kami bagun jam 04.00 lewat dimana kami melakukan pemanasan dan membayar kosekuensi kami yaitu push up dan squat. 05.00-07.00 management camp kami disini mempacking carrier dan memasak makanan pagi buat tim, jam 07.28 menuju pintu Rimba dimana Tim 1 dan Tim 2 berbeda Rute, tim 1 yaitu saya sendiri Pedriani, lalu Bang Azmi, Raja, Kak Syarifah, Ka Natasya, Kak Ebby dan Wahyu, disana Raja sebagai Navigator dan Bang Azmi 07.41 saya dan teman teman saya sudah berada di pintu rimba yaitu titik C dan kami melakukan orientasi peta dan selanjutnya melakukaan pendakian sampai titik D, tiba di titik D jam 08.15 di perjalanan titik D ini saya mendengar suara aliran air dan menemukan sedikit sisik ular bewarna coklat dan bulatan hitam seperti warna polkadot hitam coklat dan disini juga kami istirahat sekitar 7 menitan dan setelah itu kami melakukan pendakian lagi disini juga kami bingung untuk mencari arah tetapi kami mengingat abang dan kaka instruktur berkata bisa melihat tajuk yang dimana tajuk ini penanda bahwa apakah iya lembahan atau punggugan dimana jika lembahan maka tajuk pohonnya rendah dan jika punggungan maka tajuk pohonnnya diatas dan tinggi, kami pun memilih tajuk pohon yang tinggi yang menandakan itu adalah punggungan.  Saya merasa excited saat melakukan pendakian saya rasa sangat seru dan benar-benar pengalaman baru bagi diri saya.

Dan di jam 08.42 kami sampai pada titik E dan di titik ini juga saya menjumpai bunga bewarna kuning setelah disaat ini kami melewati punggungan yang curam dan licin dikarenakan cuaca yang kemarin hujan disini saya merasa cemas dan takut karena takut saat menaikinya tiba tiba terjatuh tapi saya berdoa didalam hati semoga semua bisa dilewati dan juga disini tim saya juga banyak kelelahan dan juga terlicin tapi kami juga saling tolong menolong dan Puji Tuhan terlewati semua dengan keadaan aman walau beberapa kali jatuh. Dan sampaila kami di titik 2 tetapi kami tidak berjumpa tim 2 dan tidak menyadari bahwasanya itu adalah titik 2, kami asik berpatok pada jalan dan Kompas yang dimana seharusnya di peta kami akan berjumpa mereka dititik tesebut, kami pun tim 1 tidak menyadari bahwasanya kami melewati titik 2 dan sudah ada perubahan sudut sehingga kaka instruktur berkata bahwasanya kami sudah melewati titik 2, jadi kami terus melakukan pendakian, selama pendakian kami merasa kewalaha dikarenakan juga punggungannyaa yang curam kami terus berusaha untuk naik bagi yang terus tergelincir juga kami mendapatkan pacat di sepatu lapanagan masing masing anggota, saya disini sangat histeris dan ketakutan saya sangat tidak menyukai hewan tersebut saya geli dengan hewan tersebut dan saya takut karena mereka pengisap darah tapi untung saja rekan 1 membawa balsem dan dia membilang bahwasanya jika dibuat balsem di sepatu lapangan maka pacatnya tidak akan naik ke atas sepatu, sehingga kami semua membuat balsem di sekitaran sepatu agar pacatnya tidak naik dan benar saja itu manjur, pacat yang sedari tadi selama pendakian menaiki sepatu kami seketika diberikan balsem di bagian sepatu mulai tidak menaiki lagi mereka terhalang balsem tersebut untuk naik keatas sepatu, dan saat itu kami melanjutkan pendakian lagi, disaat ini juga saya merasa punggungannya curam, selanjutnya kami Isitirahat di pertengahan sebelum mencapai titik 3 dikarenakan juga sudah hampir jam 12.00 disini kami diberi waktu 30 menit untuk istirahat dan makan siang, saat istirahat kami benar-benar merasa senang karena bisa melewati setengah pendakian tersebut dan bersama sama saling tolong menolong, kami istirahat memakan makanan yang telah dibawa dan disaat sedang istirahat terjadi hujan sehingga kami segera memakai raincoat kami, saya dan teman- teman merasa sangat kedinginan dan juga merasakan udara yang segar, saya sendiri merasa agak senang karena pertama kali dalam hidup saya mengalami perjalanan seperti ini dan untungnya tidak ada kendala saat itu, selesai istirahat kami melakukan perjalanan sampai pada titik 3 nantinya, kami beberapa kali istirhat dulu  dan juga kami diberitahukan tentang Jungle Candy yaitu tumbuhan yang bisa dimakan dan menjadi pengganti air, awalnya saya ragu untuk memakan karena mungkin belum terbiasa tetapi saya coba memakan dan ternyata enak ada rasa asam-asamnya sehingga saat pendakian saya menjadi kecanduan saat menemukan Jungle Candy saya langsung menggambil dan memakannya.

Saya dan Tim saya tim 1 sampai di titik 3 jam 12.53 kami diberitahukan instruktur bahwasanya tempat itu adalah Window dimana disebut window karena terbuka dan bisa melihat kebawah pemukiman penduduk, tapi kemarin karena hujan dan kabut jadi kami tidak bisa melihatnya dan tidak bisa melakukan Resection dan Intersaction, di Window ini kami menunggu tim 2 agar bersama sama untuk melakukan pendakian lagi ke titik berikutnya sembari menunggu tim 2 kami tim 1 memainkan permainan Mejikuhibinium, Pok Ame-Ame dan Truth Or Dare saya merasa gembira bisa bermain bersama teman-teman disaat hujan juga jadi seperti paket lengkap mengingat saat masih kecil seperti main hujan. Setelah itu tim 2 telah sampai window dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju titik selanjutnya dan dipertengahan perjalanan kami sampai di saddle lama berkoordinat 3˚12’03”N 98˚33’46” yang ada di peta tahun 1982 disitu kami menggambil air di aliran air untuk botol minum tim kami, lalu kami lanjut ke melakukan perjalanan. Tiba di jam 16.02 kami melakukan management camp di koordinat 31˚12’33”N  98˚33’48”E, kami membuat bivak mengganti baju dan memasak untuk makan malam, pembuatan bivak tidak berjalan baik sampai kaka instruktur mengajari cara membuat bivak yang benar kami pun bekerjasama membuat bivak. Setelah menejemen camp kami melakukan evaluasi sampai jam 21.10, setelah itu kami tidur.

 

Senin 1 Mei 2023

Dihari ketiga, setelah semalam evaluasi kami pun istirahat dan disitu kami memakai bivak tim, saya merasa saya nyenyak tidur mungkin karena tidur berbarangan bersama tim, di jam 04.30 saya dan teman-teman bagun, disini kami semua bergegas memakai baju  lapangan dan sepatu lapangan untuk pemanasan dan membayar kosekuensi. Di jam 05.00 - 07.00 saya dan teman-teman melakukan management camp dan memasak makanan pagi semua anggota saling bantu membantu, dan setelah itu kami melakukan pemanasan lagi agar badan tidak terasa dingin juga agar badan panas, jam 07.55 kami bergerak menuju puncak Deleng Barus.

Selama perjalanan awalnya asik dan seru tetapi lama kelamaan sangat melelahkan dan menakutkan karena curam dan menanjak sekali, dan di jam 08.08 kami berada di saddle, ini adalah saddle yang sebenarnya dimana diapit antara 2 punggungan yang diberitahukan instruktur korlap setelah itu kami lanjutkan pendakian lagi dan di jam 08.49 kami tiba di puncak Deleng Barus, puncak Barus memiliki tinggi 1.905mdpl disana kami senang karena sudah sampai Puncak namun ternyata kami diberikan waktu untuk melunaskan konsekuensi kami juga disana kami diberi pertanyaan tentang logo kompas, pilar yang ada di atas puncak Delang Barus dan apa itu Tersier dan Sekunder, kode gunung Deleng Barus, pilar Deleng Barus berada di dibagian lutut sehingga Gunung Barus ialah Tersier, kami juga diberikan pemahaman oleh Instruktur bahwasanya Gunung Barus tersebut terdapat pilar sejak zaman Belanda dan Gunung Barus merupakan Gunung Tersier dengan kode T 2301, sebelum turun dari puncak kami berfoto bersama di pilar tersebut.

Setelah selesai dari puncak Deleng Barus kami turun menuju Basecamp di jam 10.00, karena kami di push untuk cepat agar turun jadi kami merasakan kewalahan termasuk saya juga merasakan capek dan sesak karena tidak fokus dan di push terus untuk cepat turun, tapi tiba sampai di jam 10.52 tiba di basecamp menajamen camp semalam disitu kami melakukan istirahat dikarenakan juga ada rekan kami yang asma nya kambuh jadi kami istirhat disitu selama 30 menit dan kami mekanan makanan yang telah kami bawa, setelah selesai 30 menit kami lanjut melakukan perjalanan menuju window dan sampai di Window di jam 12.13 di Window kami ingin melakukan Navdar tetapi juga terhalang kabut dan 2 orang survey kebawah mereka melihat pemukiman penduduk, sayang sekali kami tidak bisa resection intersaction karena juga masih kabut.

Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju basecamp disana sangat licin, disitu saya dan teman-teman beberapa kali tepeleset tapi menurut saya itu seru tetapi dikarenakan kami disuruh push terus jadi kami terbagi dua untuk turun, saya dan teman lainnya terlebih dahulu turun dan ini sangat melelahkan dan kewalahan saya hampir beberapa kali tepelekok dan terkena duri di tangan sehingga luka-luka, tetapi puji Tuhan bisa dilalui juga. Di jam 14.08 kami sampai di Basecamp rumah pak Sinuhaji dan saya dan teman teman sangat legah bisa melewati semua perjalanan dan sampai dengan selamat, lalu kami dikasi waktu untuk menejemen packing dan berganti baju agar pulang ke Medan, jam 14.47 kami bergerak dari desa basam ke depan simpang tongkoh, kam 15.12 kami bergerak dari desa Tongkoh menuju Sekretariat KOMPAS USU di dalam bus kami semua tertidur dengan pulas dan di jam 17.05 puji Tuhan kami tiba di Sekretariat KOMPAS USU dengan selamat, setelah itu kami evaluasi bersama para instruktur yaitu evaluasi keseluruhan rangkaian Tahap II MOA XXVVII KOMPAS USU.

 

  Kegiatan Lapangan Tahap II MOA XXXVII KOMPAS USU Oleh : Pedriani Felisia Nainggolan (221101012) Beberapa orang akan pergi dan akan menetap...