Kegiatan Lapangan Tahap II MOA XXXVII KOMPAS USU
Oleh : Pedriani Felisia Nainggolan (221101012)
Beberapa orang akan pergi dan akan menetap begitu juga dengan kami, ada yang berakhir dan ada yang akan lanjut ketahap berikutnya
Selama
masa tahap II saya merasakan sibuk setiap hari dikarenakan selalu ada jadwal
yang diberikan yaitu seperti latihan fisik dan pemberian materi. Pemberian
Latihan Fisik membuat saya mulai terlatih untuk melakukan olahraga dan
pemberian materi membuat saya memahami seperti, penggenalan Hutan dan Gunung,
Navigasi Darat yang dimana dengan cara memakai kompas, menentukan Intersection
Resection, menentukan Azimuth dan Back Azimuth, cara Survival dalam bahaya di
hutan, penggunaan Pertolongan Pertama Gawat Darurat, materi Tali Temali yang
dimana mengikat tali dengan berbagai macam model, cara melakukan Reppling,
Management perjalanan yang dimana cara mempacking alat dan barang kedalam
Carrier. Disini kami berkesempatan dan mendapatkan jadwal untuk turun ke
Lapangan pada tanggal 29 April - 1 Mei 2023 dimana kegiatan lapangan kami melakukan
pendakian ke Deleng Barus, sebelum ke lapangan saya dan teman teman diharuskan
untuk Karantina yaitu tanggal 28 April dimana kami karantina dan tidur dengan
menggunakan bivak solo di sektariat KOMPAS USU.
Sebelum
Karantina kami melakukan Cheklist Alat II dan disaat ini membuat saya dan rekam tim sama merasa sedih dan kecewa karena tinggal berdua dalam tim dimana yang
lainnya ada yang tidak bisa ikut ke lapangan karena masalah Internal mereka, sehingga kami jadi dibuat gabung ke tim 1 dimana saya dan teman saya senang bisa gabung dengan mereka dan tidak berdua lagi. Saat karantina saya
tidak bisa tidur, saya terkadang menjadi penakut kalau sudah tidur sendiri
jadinya saya tidak bisa tidur saat itu kalaupun tidur seperti tidur ayam bagun
kesentak sentak.
Sabtu,
29 April 2023
Hingga
di jam 05.00 kurang saya dan beberapa teman sudah ada yang bagun dan membagusi bivak, saat jam 05.00 kami melakukan pemanasan sebentar yang dimana ada
jogging dan push up saat itu saya kaget karna ada jogging dan push up dengan
memakai baju lapangan dan sepatu tetapi Puji Tuhan berjalan lancar, setelah itu
kami juga melakukan management camp sampai jam 07.00 dan selesai itu kami
membersihkan halaman Seketariat KOMPAS USU dan selesai itu kami sarapan pagi bersama-sama.
Selesai semua itu kami melakukan upacara pelepasan yang dimana kami bernyayi
lagu Indonesia Raya, dan ada pidato dari Ketua KOMPAS USU dan anggota luar biasa KOMPAS USU, selesai upacara pelepasan kami melakukan foto bersama dan
para instruktur mengecek packingan kami apakah sudah bener apa tidak.
Sampailah
pada jam 08.00 dimana kami akan berangkat, sebelum berangkat kami membayar
kosekunsi hukuman, disitu saya agak lelah karena juga tidak tidur semalam
tapi paginya Push Up. Di jam 8.16 kami berangkat dari KOMPAS USU menuju Desa
Tongkoh, Dusun Basam, Kabupaten Karo dimana membutuhkan waktu 2 jam lebih yaitu
kami sampai di Desa Tongkoh di jam 10.30, sesampai di Desa Tongkoh saat turun
dari Bus saya menjumpai Bunga bewarna Ungu, ada Penanda Desa Tongkoh ada Tower,
ada Tahura (Taman Hutan Raya), perkebunan strawberry serta persimpangan tiga ke
arah Brestagi, saat itu juga kami melakukan Orientasi Peta kurang lebih
membutuhkan waktu 30 menit dan dimana mendapatkan titik lokasi dari kami
berdiri ke Deleng Barus berkoordinat 3˚12'20"N dan 98˚32'20"E dan memiliki
sudut 90˚ dari tempat kami berdiri. Setelah itu kami melakukan perjalanan
dari Tongkoh ke Desa Basam dimana saya dan teman-teman melewati kondisi jalan
yang becek dan penuh bebatuan dan selama perjalanan saya melihat perkebunan
warga dan hamparan tanah yang luas serta pepohonan Pinus. Akhirnya kami sampai
di sebuah Rumah yang dimana rumah Bapak Sinuhaji yang akan sebagai tempat kami
untuk 1 hari bermalam.
Sebelum melakukan Sosiologi Pedesaan kami melaksanakan makan siang terlebih dahulu di jam 11.40 setelah selesai makan kami melakukan Sosiologi Pedesaan kami membagi tim menjadi 3 kelompok agar cepat mendapatkan 3 narasumber, pada jam 12.15 kami menemukan Narasumber di tempat perkebunan ibu tersebut, kamipun meminta beberapa menit untuk melakukan wawancara kepada Ibu tersebut, saat melakukan wawancara membutuhkan waktu wawancara sekitar 20 menit yang dimana sampai jam 12.35 dimana isi pertanyaanya seputar sejarah Desa Tongkoh, jumlah penduduk Desa, agama yang dianut, akses transportasi yang dipakai, mata pencaharian, suku warga Desa, isu lingkungan yang ada di Desa, cuaca beberapa hari terakhir yang terjadi di desa dll. Disin saya menjadi paham dan tau terkait tentang Desa Tongkoh dan Deleng Barus tersebut yang dimana dikatakan Narasumber bahwasanya Desa Tongkoh dahulu adalah tempat persinggahan atau tempat berteduh orang orang yang melakukan perjalanan dari Medan ke Desa tersebut dan sebaliknya dan mereka menggunakan Kayu untuk menancapkan kayu ke Tanah dan disebutlah Desa Tongkoh, dan juga info Deleng Barus bahwasanya Gunung tersebut sering dikunjungui oleh mahasiswa/i, serta isu-isu lingkungan di Desa tersebut seperti penebangan pohon tanpa sepengetahuaan, pembuangan sampah yang sembarangan, populasi penduduk yang awalnya berkisar 10 penduduk seiring berjalannya waktu Desa tersebut sekarang kurang lebih 300 penduduk, suku warga asli desa yaitu Karo berjalannya waktu bertambah menjadi ada Batak, Nias dan Mandailing juga dikatakan Narasumber penduduk asli beragama Muslim lalu datanglah pendatang menjadi penduduk beragama Kristen serta fasilitas yang diberikan pemerintah untuk masyarakat sekitar Desa adalah seperti 2 puskesmas, 4 gereja 1 mesjid, sekolah dasar, bantuan berupa uang dan bantuan berupa membuat batu kecil-kecil di jalan agar warga yang ingin bertani tidak melewati beceknya jalan. Saat selesai melakukan wawancara terjadi hujan dan kabut.
Jam 15.20 melakukan
Navdar melakukan Resection Intersection disini kami mencoba menggambil objek tower dan tajuk pepohonan Gunung Barus awalnya kami salah melakukan Resection tetapi kami terus mencoba berulang ulang hingga 4 kali dan akhirnya kami bisa dan tau dimana tempat kami sekarang berada pada saat itu dan selesai navdar itu di jam 16.15. Selanjutnya kami
melihat Pintu Rimba yang akan kami masuki untuk pendakian besok kami diajarkan
tentang hutan Primer dan Hutan Sekunder yang dimana Hutan Primer yaitu pepohonannya masih tertutup
rapat serta hutan yang belum menunjukan bekas tambangan dan Sekunder pepohonanya tidak tertutup rapat serta telah menunjukan bekas tambangaan, setelah melakukan observasi ke pintu
Rimba jam 17.14 kami melakukan Manajemen Camp sampai jam 19.00 selesai itu
Evaluasi di jam 19.10 yang dimana kami mepresentasikan hasil dari sosilogi
pedesaan yang kami lakukan, di beberapa tim ada banyak versi
cerita tentang sejarah Desa Tongkoh yang dimana Bahasa Indonesia Tongkoh yaitu
kayu, dan di jam 22.15 kami Istirahat.
Minggu
30 April 2023
Dihari
kedua, kami bagun jam 04.00 lewat dimana kami melakukan pemanasan dan membayar
kosekuensi kami yaitu push up dan squat. 05.00-07.00 management camp kami
disini mempacking carrier dan memasak makanan pagi buat tim, jam 07.28 menuju
pintu Rimba dimana Tim 1 dan Tim 2 berbeda Rute, tim 1 yaitu saya sendiri
Pedriani, lalu Bang Azmi, Raja, Kak Syarifah, Ka Natasya, Kak Ebby dan Wahyu,
disana Raja sebagai Navigator dan Bang Azmi 07.41 saya dan teman teman saya
sudah berada di pintu rimba yaitu titik C dan kami melakukan orientasi peta dan
selanjutnya melakukaan pendakian sampai titik D, tiba di titik D jam 08.15 di
perjalanan titik D ini saya mendengar suara aliran air dan menemukan sedikit
sisik ular bewarna coklat dan bulatan hitam seperti warna polkadot hitam coklat
dan disini juga kami istirahat sekitar 7 menitan dan setelah itu kami melakukan
pendakian lagi disini juga kami bingung untuk mencari arah tetapi kami
mengingat abang dan kaka instruktur berkata bisa melihat tajuk yang dimana tajuk
ini penanda bahwa apakah iya lembahan atau punggugan dimana jika lembahan maka
tajuk pohonnya rendah dan jika punggungan maka tajuk pohonnnya diatas
dan tinggi, kami pun memilih tajuk pohon yang tinggi yang menandakan itu adalah
punggungan. Saya merasa excited saat melakukan pendakian saya rasa sangat
seru dan benar-benar pengalaman baru bagi diri saya.
Dan
di jam 08.42 kami sampai pada titik E dan di titik ini juga saya menjumpai
bunga bewarna kuning setelah disaat ini kami melewati punggungan yang curam dan
licin dikarenakan cuaca yang kemarin hujan disini saya merasa cemas dan takut
karena takut saat menaikinya tiba tiba terjatuh tapi saya berdoa didalam hati
semoga semua bisa dilewati dan juga disini tim saya juga banyak kelelahan dan
juga terlicin tapi kami juga saling tolong menolong dan Puji Tuhan terlewati
semua dengan keadaan aman walau beberapa kali jatuh. Dan sampaila kami di titik
2 tetapi kami tidak berjumpa tim 2 dan tidak menyadari bahwasanya itu adalah
titik 2, kami asik berpatok pada jalan dan Kompas yang dimana seharusnya di
peta kami akan berjumpa mereka dititik tesebut, kami pun tim 1 tidak menyadari
bahwasanya kami melewati titik 2 dan sudah ada perubahan sudut sehingga kaka
instruktur berkata bahwasanya kami sudah melewati titik 2, jadi kami terus
melakukan pendakian, selama pendakian kami merasa kewalaha dikarenakan juga punggungannyaa yang curam kami terus berusaha untuk naik bagi yang terus tergelincir juga kami mendapatkan pacat di sepatu lapanagan masing masing anggota, saya disini sangat histeris dan ketakutan saya sangat tidak menyukai hewan tersebut saya geli dengan hewan tersebut dan saya takut karena mereka pengisap darah tapi untung saja rekan 1 membawa balsem dan dia membilang bahwasanya jika dibuat balsem di sepatu lapangan maka pacatnya tidak akan naik ke atas sepatu, sehingga kami semua membuat balsem di sekitaran sepatu agar pacatnya tidak naik dan benar saja itu manjur, pacat yang sedari tadi selama pendakian menaiki sepatu kami seketika diberikan balsem di bagian sepatu mulai tidak menaiki lagi mereka terhalang balsem tersebut untuk naik keatas sepatu, dan saat itu kami melanjutkan pendakian lagi, disaat ini juga saya merasa punggungannya curam,
selanjutnya kami Isitirahat di pertengahan sebelum mencapai titik 3 dikarenakan
juga sudah hampir jam 12.00 disini kami diberi waktu 30 menit untuk istirahat dan
makan siang, saat istirahat kami benar-benar merasa senang karena bisa melewati
setengah pendakian tersebut dan bersama sama saling tolong menolong, kami
istirahat memakan makanan yang telah dibawa dan disaat sedang istirahat terjadi
hujan sehingga kami segera memakai raincoat kami, saya dan teman- teman merasa
sangat kedinginan dan juga merasakan udara yang segar, saya sendiri merasa agak
senang karena pertama kali dalam hidup saya mengalami perjalanan seperti ini dan untungnya tidak ada
kendala saat itu, selesai istirahat kami melakukan perjalanan sampai pada titik
3 nantinya, kami beberapa kali istirhat dulu dan juga kami diberitahukan
tentang Jungle Candy yaitu tumbuhan yang bisa dimakan dan menjadi pengganti
air, awalnya saya ragu untuk memakan karena mungkin belum terbiasa tetapi saya
coba memakan dan ternyata enak ada rasa asam-asamnya sehingga saat pendakian
saya menjadi kecanduan saat menemukan Jungle Candy saya langsung menggambil dan
memakannya.
Saya dan Tim saya tim 1 sampai di titik 3 jam 12.53 kami diberitahukan instruktur bahwasanya tempat itu adalah Window dimana disebut window karena terbuka dan bisa melihat kebawah pemukiman penduduk, tapi kemarin karena hujan dan kabut jadi kami tidak bisa melihatnya dan tidak bisa melakukan Resection dan Intersaction, di Window ini kami menunggu tim 2 agar bersama sama untuk melakukan pendakian lagi ke titik berikutnya sembari menunggu tim 2 kami tim 1 memainkan permainan Mejikuhibinium, Pok Ame-Ame dan Truth Or Dare saya merasa gembira bisa bermain bersama teman-teman disaat hujan juga jadi seperti paket lengkap mengingat saat masih kecil seperti main hujan. Setelah itu tim 2 telah sampai window dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju titik selanjutnya dan dipertengahan perjalanan kami sampai di saddle lama berkoordinat 3˚12’03”N 98˚33’46” yang ada di peta tahun 1982 disitu kami menggambil air di aliran air untuk botol minum tim kami, lalu kami lanjut ke melakukan perjalanan. Tiba di jam 16.02 kami melakukan management camp di koordinat 31˚12’33”N 98˚33’48”E, kami membuat bivak mengganti baju dan memasak untuk makan malam, pembuatan bivak tidak berjalan baik sampai kaka instruktur mengajari cara membuat bivak yang benar kami pun bekerjasama membuat bivak. Setelah menejemen camp kami melakukan evaluasi sampai jam 21.10, setelah itu kami tidur.
Senin
1 Mei 2023
Dihari
ketiga, setelah semalam evaluasi kami pun istirahat dan disitu kami memakai
bivak tim, saya merasa saya nyenyak tidur mungkin karena tidur berbarangan bersama tim, di jam 04.30 saya dan teman-teman bagun, disini kami semua bergegas memakai baju lapangan
dan sepatu lapangan untuk pemanasan dan membayar kosekuensi. Di jam 05.00 -
07.00 saya dan teman-teman melakukan management camp dan memasak makanan pagi semua anggota saling
bantu membantu, dan setelah itu kami melakukan pemanasan lagi agar badan tidak
terasa dingin juga agar badan panas, jam 07.55 kami bergerak menuju puncak
Deleng Barus.
Selama
perjalanan awalnya asik dan seru tetapi lama kelamaan sangat melelahkan dan
menakutkan karena curam dan menanjak sekali, dan di jam 08.08 kami berada di
saddle, ini adalah saddle yang sebenarnya dimana diapit antara 2 punggungan
yang diberitahukan instruktur korlap setelah itu kami lanjutkan pendakian lagi
dan di jam 08.49 kami tiba di puncak Deleng Barus, puncak Barus memiliki tinggi 1.905mdpl disana kami senang karena
sudah sampai Puncak namun ternyata kami diberikan waktu untuk melunaskan
konsekuensi kami juga disana kami diberi pertanyaan tentang logo kompas, pilar
yang ada di atas puncak Delang Barus dan apa itu Tersier dan Sekunder, kode
gunung Deleng Barus, pilar Deleng Barus berada di dibagian lutut sehingga Gunung Barus ialah Tersier, kami juga
diberikan pemahaman oleh Instruktur bahwasanya Gunung Barus tersebut terdapat
pilar sejak zaman Belanda dan Gunung Barus merupakan Gunung Tersier dengan kode
T 2301, sebelum turun dari puncak kami berfoto bersama di pilar tersebut.
Setelah
selesai dari puncak Deleng Barus kami turun menuju Basecamp di jam 10.00,
karena kami di push untuk cepat agar turun jadi kami merasakan kewalahan
termasuk saya juga merasakan capek dan sesak karena tidak fokus dan di push
terus untuk cepat turun, tapi tiba sampai di jam 10.52 tiba di basecamp menajamen
camp semalam disitu kami melakukan istirahat dikarenakan juga ada rekan kami
yang asma nya kambuh jadi kami istirhat disitu selama 30 menit dan kami mekanan
makanan yang telah kami bawa, setelah selesai 30 menit kami lanjut melakukan
perjalanan menuju window dan sampai di Window di jam 12.13 di Window kami ingin
melakukan Navdar tetapi juga terhalang kabut dan 2 orang survey kebawah mereka
melihat pemukiman penduduk, sayang sekali kami tidak bisa resection
intersaction karena juga masih kabut.
Setelah
itu kami pun melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju basecamp disana sangat
licin, disitu saya dan teman-teman beberapa kali tepeleset tapi menurut saya
itu seru tetapi dikarenakan kami disuruh push terus jadi kami terbagi dua untuk
turun, saya dan teman lainnya terlebih dahulu turun dan ini sangat melelahkan
dan kewalahan saya hampir beberapa kali tepelekok dan terkena duri di tangan
sehingga luka-luka, tetapi puji Tuhan bisa dilalui juga. Di jam 14.08 kami
sampai di Basecamp rumah pak Sinuhaji dan saya dan teman teman sangat legah
bisa melewati semua perjalanan dan sampai dengan selamat, lalu kami dikasi
waktu untuk menejemen packing dan berganti baju agar pulang ke Medan, jam 14.47
kami bergerak dari desa basam ke depan simpang tongkoh, kam 15.12 kami bergerak
dari desa Tongkoh menuju Sekretariat KOMPAS USU di dalam bus kami semua
tertidur dengan pulas dan di jam 17.05 puji Tuhan kami tiba di Sekretariat
KOMPAS USU dengan selamat, setelah itu kami evaluasi bersama para
instruktur yaitu evaluasi keseluruhan rangkaian Tahap II MOA XXVVII KOMPAS USU.